Dia seorang wanita dengan 2 anak
laki-laki yang sudah ditinggal begitu saja oleh suaminya sejak anak
keduanya masih balita di tahun 1980-an.
Dia wanita yang tak pernah mengeluh dengan jalan hidupnya yang pasti dianggap susah oleh orang-orang yang melihatnya saat itu.
Suaminya yang sudah menikmati kehidupnya bersama wanita lain di negeri
kincir angin, tak pernah ingin tahu sedikitpun tentang kabar mereka
bertiga.
Apa dia sedih akan hal itu?
Apa dia sakit hati dengan hal itu?
Apa dia menuntut hak-hak anaknya?
Kebanyakan dari kita (kaum hawa) pasti akan menjawab IYA untuk pertanyaan diatas.
Tapi bagaimana dengan wanita tersebut????
Dialah yang aku bilang WANITA TANPA RASA SAKIT
Tidak ada sedikitpun marah dihatinya meski si suami tak pernah say hello ke anak-anaknya ataupun dirinya meski itu lewat email
Tak pernah sedikitpun terbesit keinginan untuk menjelekkan si suami
di depan anak-anaknya ketika bocah-bocah lucu itu mulai sering menanyakan
dimana keberadaan papanya.
Tak pernah sedikitpun dia berusaha menuntut hak-hak dia dan anaknya sejak dia dibiarkan begitu saja oleh suaminya.
Kenapa bisa? Apa yg dia lakukan????
Ya, dia bisa karena dia YAKIN bahwa TUHANnya Maha Luar Biasa
Dia yakin setiap yang terjadi adalah yang terbaik dari TUHAN
Dia selalu berusaha yang terbaik untuk anak-anaknya tanpa meminta sedikitpun bantuan dari siapapun.
Dia tidak meminta warisan dari orang tuanya meski sebenarnya jika dia cerita masalahnya pasti orang tuanya akan menerima dengan lapang dada dan pasti bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka bertiga, karena orang tuanya adalah orang yang kaya di Jakarta. Namun dia tak pernah melakukan hal tersebut.
Lalu APA yg dia LAKUKAN?
Dia berdoa, berusaha, berdoa, berusaha, begitu seterusnya.
Dia tidak malu untuk merantau dan bekerja di negri Paman Sam sebagai seorang pembantu rumah tangga untuk mencari
tambahan uang. Meski pada akhirnya dia memilih pulang ke Indonesia karena kontrak
yang dijanjikan dan pekerjaan yang harus dia kerjakan tidak sesuai dengan yang tertulis di perjanjian kerja.
.
Dia kembali ke ibukota untuk anak-anaknya yang mulai masuk ke bangku kuliah.
Dia butuh dana besar? IYA
Apa suaminya tahu akan hal itu? TIDAK TAHU (dan menurut saya, lelaki tersebut tidak mau tahu).
Tapi dia tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Dalam benaknya, dia hanya bertekad untuk bekerja keras demi pendidikan dan masa depan anak-anaknya.
Dan menjelang tahun 2000an anak pertama sudah lulus kuliah, dia lega karena tinggal 1 yang masih butuh biaya. Dia sedikit terbantu karena anak pertama sudah mulai bekerja di tempat yang bisa dibilang bagus untuk seorang fresh graduate.
Dan Janji TUHAN selalu NYATA (saya juga percaya itu)
Ternyata ada ya didunia ini wanita setegar dia. Hingga dia berhasil menanamkan hal-hal yang selalu baik ke dalam diri anak-anaknya.
KARENA APA?
Karena dia yang selalu menyampaikan papa belum pulang karena masih bekerja keras untuk masa depan kita ketika anaknya masih kecil.
Dan dia yang bisa bicara ada wanita lain di photo papa
karena papa tidak bahagia dengan mama ketika anaknya menginjak dewasa dan menanyakan siapa wanita di media sosial papanya tersebut.
Dan karena dia juga yang bisa dengan bijak menyampaikan bahwa papa ga datang ke pernikahanmu karena sibuk dengan kerjaannya jadi ga
bisa cuti untuk ke sini ketika anak-anaknya kecewa karena dihari
bahagia mereka si papa tetap tidak hadir sehingga harus diwakili oleh Om
mereka untuk menggantikan si papa.
Saat ini, di usianya yang mendekati 70-an dia tetap menjadi WANITA TANPA RASA SAKIT yang aku kenal.
Dia tidak pernah ingin menikah lagi dan statusnya sampai
saat adalah tetap "istri" untuk suaminya karena diagama yang dia yakini menikah itu hanya 1x sampai maut memisahkan💙💙
Dia juga tidak mengeluh (saat ini) atas perlakuan menantu perempuan keduanya yang sedikit kurang lembut dalam bersikap terhadapnya.
Dia selalu menerimanya dengan SYUKUR, tanpa sedikitpun protes ke TUHAN.
Dia berhasil melewati setiap tahap masalah dalam hidupnya dengan sabar dan syukur.
Dan itulah KUNCI BAHAGIA yang selalu dia sampaikan kepada diriku meski aku adalah orang lain yang hadir dihidupnya.
SYUKUR, SYUKUR dan SYUKUR. Sudahkah kita bersyukur hari ini? 😇😇😇
Semoga bermanfaat.
*untuk seorang wanita di Jakarta yang sangat lembut hatinya.

Comments
Post a Comment